Review Xiaomi Mi4i: Cuma Kurang Slot SD Card

Posted on Posted in Review

Sudah sembilan bulan saya menggunakan Xiaomi Mi4i ini sebagai alat komunikasi utama saya. Setelah dirilis akhir Mei 2015 lalu, handphone yang dirilis sebagai flagship pertama Xiaomi di Indonesia ini banyak menuai review positif. Secara nggak langsung Xiaomi Mi4i ini menantang Asus Zenfone 2 yang dirilis berdekatan dan memiliki spesifikasi yang mirip. Langsung saja berikut adalah review Xiaomi Mi4i .

Sekilas Pemakaian

Saya membeli smartphone ini di bulan Mei tahun 2016 di Plaza Marina, Surabaya. Saat itu saya memang sedang mencari pengganti untuk handphone lama saya yaitu Samsung Galaxy Ace Plus yang sudah mulai udzur karena pemakaian dan sering kehujanan.

Budget yang saya punya waktu itu adalah 2,5 Juta. Dari forum – forum yang saya baca dan dari rekomendasi teman, saya memutuskan untuk mencari smartphone keluaran Xiaomi karena terkenal dengan spesifikasinya yang bagus dengan harga terjangkau. Setelah browsing kesana kemari, saya akhirnya memutuskan untuk meminang Xiaomi Mi4i ini.

Desain Ramping dan Sederhana

xiaomi mi4i

Kesan pertama saya ketika megang handphone ini adalah ramping dan pas tangan. Desainnya pun minimalis seperti layaknya trend smartphone sekarang. Secara keseluruhan Xiaomi Mi4i hanya memiliki 3 tombol fisik, yaitu tombol volume up dan down, serta tombol power yang semuanya terletak di sisi kanan body handphone, sehingga bisa dengan mudah dipencet dengan ibu jari.

Di sisi atas ada audio jack standar 3,5 mm sedangkan di sisi bawah ada USB port untuk keperluan ngisi daya dan transfer data.

Di sisi kiri ada slot untuk dual SIM ukuran micro. Sayangnya, Xiaomi tidak menyertakan slot SD card untuk handphone ini. Kata Hugo Barra, vice president Xiaomi, micro SD bisa menurunkan peforma handphone dan bahkan merusak handphone itu sendiri.

Di sisi belakang ada kamera 13 MP dan dual tone flash, speaker serta logo Xiaomi yang berwarna metalik. Keseluruhan body Xiaomi Mi4i ini dibalut dengan plastik polikarbonat yang bertekstur kesat, sehingga nggak mudah jatuh kalo dipegang dan yang pasti nggak ada bekas – bekas sidik jari. Lapisan polikarbonat ini diklaim bisa tahan noda, baik sisa makanan maupun tinta. Denger – denger sih, bahkan bisa tahan terhadap tinta permanen juga dan bisa dibersihkan dengan penghapus. Saya sendiri sih belom (dan gak berniat) mencoba.

Sedangkan untuk tampak depannya benar – benar terlihat hitam semua alias tidak kelihatan batas layar dan bezel serta touch buttonnya ketika layar dalam keadaan mati sehingga memunculkan kesan layaknya smartphone mahal. Sedangkan di sisi kiri atas ada logo Xiaomi warna perak untuk menandakan keluaran seri ‘Mi’.

Kamera Yang Jernih

Terus terang, gue adalah seorang yang suka foto – foto walaupun gue bukan seorang fotografer. Sehingga kualitas kamera menjadi pertimbangan gue waktu mau beli hape. Ketika gue membaca review kameranya si Xiaomi Mi4i, gue jadi semakin yakin buat beli. Alhasil, ternyata reviewnya gak bohong. Kameranya memang jernih dan bagus, baik untuk foto – foto maupun rekam video. Xiaomi Mi4i ini memiliki 2 kamera, yaitu kamera depan dan kamera belakang seperti smartphone pada umumnya jaman sekarang.

Untuk pengambilan foto, Xiaomi menyediakan banyak mode, namun utamanya yaitu Auto dan Manual

Untuk mode auto, Xiaomi menyediakan fitur touch to focus, kita cukup sentuh objek dilayar dimana kita ingin fokusnya berada.

Xiaomi menghadirkan 3 pilihan HDR untuk mode auto. Yaitu Off (tanpa HDR), Live dan Pro. Berikut adalah perbedaannya dalam keadaan kondisi pencahayaan kamar.

Untuk fitur HDR Pro sendiri memang ditujukan untuk mengambil foto di tempat gelap, sedangkan HDR Live ditujukan ketika berada di kondisi outdoor karena bisa menyesuaikan tingkat keterangan.

Sedangkan untuk mode manual, tersedia 4 pengaturan standar. Yaitu White Balance, Focus, Exposure Time dan ISO. Karena saya kurang ngerti tentang fotografi, saya gaakan review tentang ini hehe.

Untuk perekaman video sendiri, sudah support Full HD dengan resolusi 1080p. Perekam videonya menyediakan 2 fitur yaitu Slow Motion dan Time Lapse, tapi entah mengapa hanya tersedia untuk kamera belakangnya saja.

Juara Dapur Pacunya

Dengan memori internal yang berukuran (hanya) 16 GB dan RAM 2 GB, chipset Snapdragon 615 dan processor Octa-Core, buat gue pribadi sih udah lebih dari cukup untuk handphone kelas menengah seperti Xiaomi Mi4i ini. Game – game berat udah pernah saya libas semua. Seperti Marvel Future Fight, Injustice semua berjalan mulus dengan catatan mengaktifkan Performance Mode dan bukan Balanced ketika bermain game. Penggunaan ketika multitasking dan berganti – ganti aplikasi pun berjalan dengan mulus.

Namun, satu permasalahan yang cukup populer di Xiaomi Mi4i ini adalah gampang demam alias cepat panas ketika dipake nge-game atau ngerekam video di siang hari , apalagi ketika dipake multitasking, suhunya bisa mencapai 45 derajat celsius. Ini beneran, karena saya sendiri pernah mengalami.

Jadi, waktu itu saya main Marvel Future Fight sambil chattingan, dan berasa banget panasnya. Tepatnya di bagian tengah atas disamping kamera (konon katanya, karena disitu letak processornya). Bahkan sampai muncul notification bahwa hape saya overheat.

Di waktu lain saya juga pernah ngerekam video di tengah panas terik dengan keadaan sambil chatting (dan lupa matiin Waze juga hehe), suhu hape saya mencapai 47 derajat celcius. Dan panasnya pun bener – bener panas, nggak cuma anget – anget ketiak doang.

Untuk masalah overheat ketika pemakaian, sebenernya bisa diatasi dengan masuk ke mode balanced dan mengaktifkan airplane mode, dengan catatan kalo kalian lagi ga butuh koneksi internet.

Xiaomi Mi4i ini sudah berjalan di Android 5.0.1 Lolipop dengan versi MIUI yang saat ini saya berada di MIUI 8.1.5

MIUI 8
Spesifikasi singkat dapur pacu

Oh iya, Xiaomi Mi4i ini juga support dual mikro SIM dengan dual stand by dan sudah support jaringan 4G.

Kapasitas Baterai Besar

Mungkin saya sedikit terpengaruh dosen saya yang pernah bilang bahwa kalo cari HP cari yang ukuran baterainya minimal 3000 mAh, ini yang menjadi faktor pendukung saya untuk meminang Xiaomi Mi4i ini. Karena, mana ada smartphone lain yang kapasitas baterainya 3120 mAh dengan harga 2,5 juta?

Saya cukup sering pergi keluar rumah tidak dengan baterai HP yang terisi penuh, namun bisa bertahan sampai malam. Dengan penggunaan normal, bila mulai beraktivitas dengan baterai terisi penuh, saya bisa kembali ke rumah yaitu sekitar tengah malam dengan sisa baterai sekitar 20% – 30% yang masih bisa bertahan sekitar 5 jam pemakaian dan 8 jam idle.

Dengan penggunaan yang benar – benar berat pun, saya rasa tidak perlu khawatir kehabisan baterai, karena disamping kapasitasnya yang besar, pihak Xiaomi sepertinya merancang MIUI dengan apik, sehingga bisa menghemat penggunaan daya.

Rangkuman

1, Lebih dari cukup untuk pemakaian sehari – hari

Untuk kelas menengah handphone ini termasuk murah dengan spesifikasi yang mumpuni, untuk spesifikasi lengkap silahkan dibaca di sini. Dengan dapur pacu yang mengusung komponen terbaik di kelasnya, dengan ukuran RAM 2 GB dan internal 16 GB, handphone ini dirasa lebih dari cukup untuk penggunaan sehari – hari. Terlebih didukung dengan kapasitas baterai yang terhitung besar untuk hape sekelasnya. Beraktivitas seharian tanpa membawa power bank rasanya tidak menjadi masalah.

2. We NEED SD Card slot

Namun, seperti layaknya orang Indonesia yang harus makan nasi kalau makan, SD Card masih menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar pengguna smartphone. Saya sendiri sebenarnya cukup berpikir ketika mengetahui bahwa memori yang tersedia di Xiaomi Mi4i ini “hanya” 16 GB tanpa SD Card. Meskipun, bagi saya sendiri 16 GB sudah cukup besar karena saya jarang menyimpan file – file besar di HP. Namun, tetap saja, bila kapasitas memori mengecil rasanya seperti puasa tanpa berbuka.

3. Bukan HP untuk gamer dan pemakaian berat

Masalah lainnya adalah rentannya Xiaomi Mi4i ini terhadap penyakit demam. Tapi, bila anda bukan gamer HP yang hardcore atau anda adalah pemakai smartphone kelas berat, saya rasa masalah ini tidak akan mengganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *