Resident Evil : The Final Chapter

Posted on Posted in Review

Kemarin gue barusan nonton film Resident Evil 7 : The Final Chapter di Pakuwon City. Walaupun jujur aja gue nggak begitu tertarik nonton film Resident Evil, karena secara universe udah melenceng jauh dari gamenya. Padahal, film ini awalnya adalah adaptasi dari game, kemudian semua dibikin melenceng jauh dari gamenya. Really?

But, anyway, karena gue merasa bosan luar biasa dan butuh hiburan sebelum mulai kuliah, gue memutuskan untuk nyoba nonton film yang (katanya) adalah bagian terakhir dari seri movieverse nya si Resident Evil. Hitung – hitung nambah hype nya sebelum main Resident Evil 7 yang baru 6 hari release dan sedang dalam proses download (bajakannya).

Oh iya, mungkin ini sedikit spoiler bagi kalian yang belum nonton.

The Story

Poster Resident Evil : The Final Chapter

Secara garis besar, ceritanya umat manusia di ambang kepunahan. Diceritakan manusia hanya tersisa sekitar 4700 orang di muka bumi. Nah, jagoan di film ini yaitu si Alice, mendapatkan petunjuk untuk mengakhiri wabah ini dengan sebuah antivirus yang disimpan di Hive (bunkernya Umbrella Corp.) yang mana terletak di Racoon City. Tempat dimana wabah ini dimulai.

Setting ceritanya dimulai 3 minggu setelah Resident Evil : Retribution. Kalo kalian ingat adegan terakhirnya adalah sisa – sisa militer Amerika dan para survivor berkumpul di White House dan menjadikannya layaknya benteng yang dikelilingi oleh jutaan zombie. Nah, starting point RE : The Final Chapter ini adalah di tempat ini, yang keadaannya sudah hancur lebur karena mereka dikhianatin oleh Albert Wesker (makanya di akhir RE Retribution menurut gue klise banget kalo Wesker jadi baik, seenggaknya bagi kalian yang alumni game Resident Evil sih).

Sayangnya pengkhianatan si Wesker tidak diceritakan atau diberi gambaran yang jelas, sehingga terlihat klise karena gaada ceritanya sama sekali. Singkat cerita perjuangan untuk mendapatkan antivirus untuk T-Virus ini dimulai oleh Alice ditemani sisa – sisa survivor yang ada.

Diantara survivor yang lama, cuma satu yang awet yaitu Claire Redfield (adenya Chris Redfield, jagoan dari game RE 5 dan 6). Gue agak menyayangkan film ini cuma membawa satu survivor lama doang, karena sepanjang film banyak survivor yang worth to comeback dan BANYAK yang asalnya dari game. Sebut saja Chris Redfield, Leon S. Kennedy (tapi versi filmnya jelek dan mesum), Barry Burton, Ada Wong. Tapi setelah ending di RE Retribution, mereka seolah – olah lenyap begitu saja setelah pengkhianatan Wesker, what the hell.

Tapi, secara storyline film ini memberikan banyak flash back yang cukup menarik. Salah satunya adalah latar belakang utama terbentuknya T-Virus dan alasan terjadinya wabah ini. Diceritakan James Marcus menciptakan virus ini hanya untuk menyembuhkan anaknya yang sakit….. (gue lupa nama penyakitnya). Tapi, efek samping dari T-Virus inilah yang menyebabkan munculnya zombie. Rekan James yang namanya Alexander Isaacs (yup, di film ini ternyata belum mati, ketularan Naruto yang susah matiin karakter) melihat potensi dari T-Virus ini.

Potensi apa?

Potensinya untuk melakukan pengurangan populasi bumi secara massal (istilahnya melakukan pembersihan) kemudian memberikan bumi yang baru kepada manusia yang “layak” (mirip kisah Nabi Nuh). Karena bumi udah terlalu banyak masalah yang disebabkan oleh terlalu banyak jumlah manusia. Problem yang sama yang kita hadapi saat ini. Katakanlah krisis pangan, krisis energi, kerusakan lingkungan dan lain – lain. Maka, Umbrella Corps. dibawah pimpinan Isaacs melakukan rencana pembersihan ini. Jadi, (sekali lagi menurut filmnya) kejadian di Arklay Mountain, kecelakaan di laboratorium hingga event di Racoon City adalah skenarion panjang dari Umbrella.

Mungkin inilah ide utama dari seluruh kejadian di cerita Resident Evil di movieverse nya. Menurut gue pribadi cukup menarik mengingat problem kelebihan populasi kita hadapin sekarang beneran ada secara nyata.

Hal lain yang menarik lainnya di film ini adalah latar belakang si Alice itu sendiri, bagaimana dia tidak memiliki ingatan masa lalu dan siapa dia sebenarnya, yang jujur aja cukup bikin baper.

Seperti yang dapat kalian bayangkan bahwa Alice berhasil melepas antivirus tersebut ke udara yang dapat membunuh semua yang terinfeksi T-Virus, sehingga semua zombie pun mati. HORE !!!!!!

Disamping kelebihan di sisi flashbacknya, awal – awal film ini cukup memberikan jump scare yang mengejutkan khas Resident Evil. Scene – scene actionnya dan CGI nya pun cukup menggugah dan bisa membuat gue berkata “Wow”. Apalagi ditambah dengan seremnya B.O.W yang menyeramkan.

Tapi…..

Lagi -lagi endingnya membingungkan (dan klise).

Diceritakan bahwa antivirus sudah berhasil dilepas ke udara, sehingga wabah T-Virus dapat dihentikan. Tetapi, di endingnya masih ada B.O.W (Bio-Organic Weapon) yang hidup dan Alice yang seolah – olah masih melanjutkan perjalannya. Well, sepertinya pihak produser masih ingin mendulang keuntungan lagi di masa depan.

Who knows?

Singkat kata, film ini cukup menghibur sebagai penutup sequel movieverse Resident Evil. Bagi kalian yang suka nonton film action silahkan menikmati film ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *