Film Surat Kecil Untuk Tuhan [Review]

Posted on Posted in Review

Banyak orang berkata, masa – masa bahagia dalam hidup seseorang adalah masa – masa ketika kita masih seorang anak – anak. Kita melihat dunia ini layaknya tempat bermain yang luas, dimana kita bisa bersenang – senang dan berimajinasi tanpa batas. Namun, bagaimana jika seseorang tak sempat menikmati masa bahagianya sebagai seorang anak kecil yang bebas menghidupi imajinasinya dan harus berhadapan dengan kerasnya dunia? Inilah yang digambarkan Fajar Bustomi lewat film terbarunya Surat Kecil Untuk Tuhan yang dirilis Lebaran 2017 kemarin.

poster film Surat Kecil Untuk Tuhan

Trailer Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Sinopsis

Anton (Bima Azriel) dan Angel (Izzati Khanza) adalah kakak beradik yang hidup dengan paman dan bibinya. Pamannya adalah seorang pemabuk yang sering memukul bibinya ketika dia tidak mendapatkan uang. Anton dan Angel pun tak luput dari sasaran kekerasan paman mereka. Karena sudah tidak tahan dengan kekerasan pamannya, Anton dan Angel memutuskan untuk lari dari rumah dan kabur ke Jakarta.

Di Jakarta, mereka bertemu dengan seseorang yang bernama Om Rudi. Awalnya, Om Rudi terlihat seperti orang baik hati yang menunjukkan belas kasihan kepada mereka. Namun, ternyata Om Rudi adalah seseorang yang memperkerjakan anak – anak jalanan untuk mencari uang. Sebagai “biaya” mereka selama menumpang di rumah Om Rudi, sampai ada orang tua yang mau mengadopsi mereka sebagai anak angkat.

Suatu ketika, musibah menyebabkan Anton dan Angel harus berpisah. Angel tertabrak mobil ketika sedang mengamen bersama Anton yang menyebabkan Angel harus dirawat di rumah sakit. Sementara Angel sedang tak sadarkan diri, Anton menerima kabar bahwa dia telah menemukan orang tua angkat yang mau mengadopsi dirinya sebagai anak angkat.

Belasan tahun berlalu, Angel (Bunga Citra Lestari) kini hidup di Australia sebagai seorang pengacara bersama orang tua angkatnya. Bahkan, melalui sebuah kesempatan Angel bertemu dan berpacaran dengan dokter Martin (Joe Taslim) yang adalah seorang dokter spesialis bedah jantung. Namun, dibalik semua kehidupannya yang mapan ini, Angel masih dihantui mimpi buruk mengenai keberadaan dan nasib Anton. Sebab, ketika dia sadar di rumah sakit dahulu, dia sudah tidak menerima kabar mengenai Anton kakaknya dan keluarga satu – satunya.

Hingga, Angel memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bertemu kembali dengan orang – orang dari masa lalunya ketika hidup sebagai seorang pengamen jalanan demi mendapatkan kabar mengenai kakaknya.

Review

Jujur saja, film ini melebihi ekspektasi awal saya terhadap film ini. Awalnya, saya mengira film Surat Kecil Untuk Tuhan ini adalah film drama yang dipenuhi romantika seperti film drama Korea (no offense). Namun, saya salah, film Surat Kecil Untuk Tuhan berhasil masuk dalam daftar film Indonesia favorit saya, disamping Surat Dari Praha dan Filosofi Kopi.

Hal yang menurut saya menonjol dalam film ini adalah pembawaan emosi penonton. Seolah – olah emosi penonton digiring bersama dengan keadaan yang dialami oleh Anton dan Angel. Sejak awal mereka mengalami kekerasan oleh paman mereka, kemudian hanya berdua mengalami kerasnya hidup di Jakarta dan harus mengamen demi memenuhi kebutuhan hidup, keberadaan mereka yang saling menemani satu sama lain di saat susah sampai ketika Angel mengalami kecelakaan. Hingga puncaknya, ketika Angel akhirnya mendapatkan kabar mengenai Anton (ups….spoiler).

Pembawaan emosi ini sangat didukung oleh penggunaan background music orchestra yang mendukung kesan dramatis dan lagu – lagu masa kanak – kanak yang diaransemen ulang menjadi format choir dan orchestra. Sebut saja lagu Ambilkan Bulan, Bu atau Nina Bobo yang membangkitkan kenangan kita semasa kecil. Tetapi jika sudah diaransemen menjadi orchestra dan choir? Saya merinding ketika mendengarnya di film ini.

Pembawaan cerita di film ini cukup rapih sehingga kita dapat memahami ceritanya dengan baik. Ditambah dengan bumbu plot twist yang menyentuh dan tak terkesan dibuat – buat, menjadi poin plus tersendiri dari segi pembawaan cerita. Namun, sayangnya, menurut saya tempo cerita di bagian menjelang akhir film terkesan terlalu diburu – buru. Walaupun, saya sendiri masih mendapatkan feel dari endingnya, tapi yah…….tetap saja.

Dari segi pemerannya, tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Dibintangi oleh Bunga Citra Lestari, Joe Taslim, Lukman Sardi (Om Rudi), Aura Kasih (Ningsih), Rifnu Wikana (Asep) hingga Maudy Koesnaedi (ibu angkat Angel). Joe Taslim mampu membawakan perannya sebagai seorang dokter dengan baik, yang berseberangan dengan latar belakangnya yang dikenal sebagai aktor laga (bayangkan saja, saya tau Joe Taslim dari The Raid dan Fast and Furious 6, di 2 film tersebut, Joe Taslim berperan sebagai jago bertarung).

Kesimpulan

Film yang berkategori film keluarga dan dirilis pada Lebaran 2017 kemarin sepertinya memang ditargetkan sebagai film keluarga, sebagai tontonan untuk keluarga yang sedang berkumpul di saat lebaran. Film Surat Kecil Untuk Tuhan ini mendapatkan label 13 Tahun Ke Atas dari Lembaga Sensor Film. Cukup wajar menurut saya, karena ada beberapa adegan kekerasan dan hal dewasa yang terdapat di film ini dan cerita yang mungkin sedikit berat untuk anak kecil.

Dari skala 1 – 5, saya beri nilai 4.5/5 untuk film ini.

Semoga review film Surat Kecil Untuk Tuhan ini dapat bermanfaat bagi teman – teman pembaca sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *