Kan Cuma Bercanda

Posted on Posted in Opini

Cukup sering gue melihat orang – orang yang berbuat menyebalkan dengan alasan “Kan Cuma Bercanda, baperan amat elah”. Yap, seolah segala sesuatu yang menyebalkan menjadi halal dengan alasan “cuma bercanda”.

Tapi, sebelum kita mulai, gue pengen menekankan sesuatu..

Bahwa, menurut gue bercanda itu BAIK dan BERGUNA. Karena gue sendiri pun seneng bercanda dan menurut gue pribadi, bercanda itu adalah salah satu hal yang membuat hidup ini menjadi lebih indah. Karena, tanpa bercanda kita nggak akan bisa ketawa. Tanpa bercanda kita nggak akan bisa mengenal hal – hal lucu semisal lelucon dan sebagainya.Tanpa bercanda hidup ini akan menjadi terlalu datar dan serius.

Namun, semua itu menjadi jelek ketika datang suatu masalah yang membuat semuanya tidak menyenangkan lagi (emang ada masalah yang bikin menyenangkan?). Yaitu yang sering kita sebut sebagai

KELEWATAN.

Ya, suatu candaan menjadi menyebalkan dan tidak lucu lagi ketika sudah kelewatan. Kelewatan sendiri gue definisikan ketika suatu candaan sudah melewati batasan – batasan tertentu, biasanya sih batasan – batasan moral tertentu. Mohon diingat juga, batasan – batasan moral tuh nggak cuma tentang aturan – aturan tata krama yang kita tahu selama ini. Tapi juga batasan seseorang untuk mentoleransi candaan dari orang lain, yang tentu saja bersifat subjektif alias berbeda – beda tiap orang.

Sebagai contoh misalnya, ada orang yang dijadiin bercandaan terus – terusan (diisengin, diejekin buat lucu – lucuan) tapi masih selow aja, bahkan ikut ketawa. Nah, mereka ini yang batas toleransinya tinggi (atau udah pasrah, gatau juga hehe). Ada juga yang seperti…….gue. Hehe. Gue termasuk orang yang batas toleransi bercandaannya rendah. Terutama untuk candaan dari bokap (karena candaan bokap gue ngeselin, sumpah) dan orang – orang yang belum akrab. Kalo cuma diejek – ejekin masih ketawa sih, tapi kalo udah yang mengarah ke keisengan, you unleashed my beast. Hahahaha.

Tapi, yah, ga semua orang punya ketahanan mental seperti gue hahaha… Bahkan ada yang diisengin sampai parah dan nangis, tapi si pelaku malah cengar – cengir dan ngomong mantra sakti itu lagi, “Kan cuma bercanda”.

Masalahnya sekarang adalah banyak orang – orang yang menjadikan bercanda sebagai “mantra sakti” untuk berbuat seenaknya ke orang lain. Ya karena menurut mereka bercanda itu HANYA untuk having fun dan mereka nggak memikirkan batasan toleransi itu tadi. Sehingga, asal mereka bersenang – senang mereka bakal lanjut terus.

Semisal, ngespam di grup chatting, kemudian alasannya dibajak. Yah entahlah mereka pura – pura dibajak atau dibajak betulan. Alasannya katanya temennya minjem HP, trus dikasih, ujung – ujungnya temennya malah ngespam. Tapi besoknya, temennya minjem lagi tetep dikasih. Hmmm…. Otak ada? Walaupun katanya cuma bercanda, tapi apakah kalian sadar wahai pelaku spamming bahwa perbuatan kalian ngebuat informasi penting malah ketutup?

Contoh lainnya adalah trend guyur – guyuran waktu ulang tahun. Ini adalah salah satu (dari banyak hal) yang nggak gue suka. Bayangin aja, temen lu ulang tahun tapi malah disiram tepung, dilemparin telor, disiram air. Kebayang gak sih berapa telor dan tepung yang kebuang, yang harusnya bisa jadi makanan? Sekali lagi, mereka pasti menjawab,

“Kan cuma bercanda, baperan amat sih”.

Biasanya ketika bercanda, si pelaku nggak mikirin perasaan korbannya, asal mereka seneng aja dan seringkali ngebawa – bawa hal yang harusnya gabisa dipake bercanda. Semisal keadaan ekonomi, nama orang tua dan keadaan fisik korbannya. Padahal nggak seharusnya hal – hal privasi dipake bercandaan. Sekali lagi, mereka menggunakan mantra sakti.

Contoh paling gampang dari hal ini adalah bocah sekolahan yang manggil temen pake nama orang tuanya. Sekali lagi, alasannya,

“Kan cuma bercanda”

You know damn well I’m right, kita sering menemukan orang – orang kampret macam ini berkeliaran di sekitar kita. Mereka bercanda dengan cara yang menyebalkan, ketika orang lain udah kesel atau terima akibatnya, mereka cuma ngomong

“Canda doang elah, baperan amat”

This is the kind of asshole I’d like to give a high-five right in their face.

Karena seperti lagu Bang Rhoma Irama, “Bercanda boleh saja, asal tau batasannya”

Itu begadang goblok….

Iya maaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *