Bermimpilah Setinggi Anak Tangga

Posted on Posted in Opini

Sejak kecil gue punya hobi yang selalu gue tekunin bahkan sampe sekarang, yaitu berimajinasi….

Ya…berimajinasi

Gue suka mengkhayalkan diri gue sendiri menjadi siapapun yang gue suka dimanapun kapanpun.

Misalnya gue lagi suka nonton Naruto dan gue berimajinasi bahwa gue adalah seorang ninja yang bisa berlari di atas air…. Gue pun mencoba untuk berlari diatas air.

Gue pernah mengimajinasikan diri gue sebagai Batman, karena waktu itu lagi boomingnya film Batman yang diperanin George Clooney (yang kostum Batmannya punya pentil…). Gue pun menirukan gaya kostumnya si Batman dengan mengikatkan sarung ke leher gue dan mengenakan kantong kresek item di kepala. Gue pun sering lari – larian supaya jubahnya bisa berkobar – kobar kaya Batman betulan. Gue pun menirukan ketika Batman terbang (emang Batman bisa terbang?) dengan cara melompat dari anak tangga ke lantai semen. Gue berhasil…..berhasil membuat luka permanen di lutut gue

Karena semasa kecil gue yang agak random dan suka berimajinasi, hobi gue berimajinasi ini ikut mempengaruhi ketika gue mulai memiliki cita – cita. Karena gue sering berimajinasi…. list cita – cita gue pun banyak.

Waktu itu gue baru pertama kali nonton Spider – Man (pemerannya masih om Maguire) gue pun pengen jadi Spider – Man…. Karena keren aja pake kostum ketat, terus bisa akrobat, lompat sana – sini, bisa nembakin jaring dan sebagainya….

Kemudian gue terpikir bahwa kalo gue jadi Spiderman di Indonesia…. Gue bakal sering kena macet. Kenapa? Soalnya di Indonesia jarang banget ada gedung tinggi, paling cuman di Jakarta, itupun nggak banyak dan berjauhan. Gue berpikir gimana bisa gue berayun atau melompat ke gedung yang jauh gitu. Gue pun harus naik transjakarta ato angkot ato mungkin pesen Gojek… Itu belum termasuk masalah macetnya.

Gue pun meninggalkan cita – cita itu….

Kemudian gue pernah bercita – cita jadi seorang pastor. Karena waktu itu ayah gue pernah aktif di gereja dan memiliki hubungan baik dengan pastor paroki gue. Gue melihat keseharian seorang pastor itu cukup keren. Misalnya, pake jubah kemana – mana, sering bawa buku tebel, kita mau ngomong kaya gimana pun pasti didengerin, makan disiapin, sibuk kalo akhir pekan doang.

tetapi…… kemudian gue sadar…..bahwa jadi pastor gaboleh nikah….dengan berat hati gue mulai meninggalkan cita – cita itu.

Ketika gue SMP gue mulai mengenal dunia perkomputeran…. Gue mulai mempelajarinya sedikit demi sedikit dan munculah ketertarikan gue di dunia ini. Perlahan – lahan gue pun mengenal dengan istilah hacker karena temen gue ada yang punya kemampuan di bidang hacking. Gue pun bercita – cita menjadi seorang hacker waktu itu.

Kenapa?

Karena menurut gue, bisa menjebol suatu sistem itu keren. Bayangkan gue menjadi seorang hacker, terus gue ngebajak servernya T*lkoms*l dan gue memanipulasi jatah kuota dan kecepatan paket internet gue HUAHAHAHAHA……

Saking terdorongnya gue saat itu, gue pernah mencoba membajak dan mematikan deep freeze di komputer – komputer lab SMP gue, sayangnya, karena terdorong hati nurani dan bayangan akan omelan guru gue kalo ketauan, gue membatalkan niat gue ini. Karena komputer merupakan pelajaran favorit gue saat itu, dan gue gamau ada masalah.

Sehingga gue memutuskan untuk menggunakan PC di rumah gue sebagai bahan percobaan. Percobaan pertama gue cukup simpel, gue memasang keylogger di komputer gue. Hasilnya? Password email ayah dan kakak gue ketauan, isi emailnya ketahuan, dan history searching dan chatting mereka pun ketauan. (karena ini jugalah gue mulai mengenal yang aneh – aneh di internet 🙂 )

Lalu, berlanjut ketika gue menginjak masa SMA. Di awal – awal masa SMA gue berjanji ketika di SMA ini gue akan berpacaran dengan salah satu cewek. Alasan gue waktu itu cukup masuk akal, karena ini adalah lingkungan baru gue punya banyak lahan untuk memperkenalkan diri gue ke kaum hawa.

Tetapi kenyataannya…… Gue nggak pernah merasa begitu salah. Banyak diantara cowok di SMA gue termasuk orang berbakat

Jago basket? Jago futsal? Banyak….
Jago musik? Banyak….Jago pelajaran? Gausah ditanya….

Sedangkan gue? Gue adalah golongan anak yang cenderung diam di kelas dan gak ketauan punya potensi apa – apa.

Walaupun ada sih satu cewek yang gue taksir di kelas X, bahkan sampe waktu – waktu setelahnya. Sebut saja namanya Rafflesia….. Karena Mawar itu punya banyak duri yang bisa bikin terluka. Sedangkan Rafflesia…… yah, kalian tau lah.

Banyak variasi warnanya maksudnya :))…

Cita – cita gue untuk berpacaran pun kandas di bulan Maret…..karena dia jadian sama temen gue sendiri.

Ah sudahlah…… Pada waktu yang lebih baik akan gue ceritakan.

Setelah cita – cita gue untuk berpacaran kandas, gue segera memiliki cita – cita baru….. yaitu untuk bisa mengiringi koor sekolah gue. Dan untungnya, di tahun kedua gue, gue bisa mewujudkannya.

Waktu berlalu, waktunya pendaftaran ke PTN. Sejak baca – baca berkas universitas, gue dari semula udah tertarik untuk masuk Informatika di ITS. Melalui perjuangan yang panjang dan jatuh bangun yang panjang dan sesi ribut dengan orang tua yang cukup sering…………..akhirnya saat ini gue bisa mengetik postingan ini di salah satu lab di kampus gue ini :)).

Nah, pertanyaannya…….

Di kuliah ini….. gue malah bingung punya cita – cita apa

Pengen pacaran? Gaada yang cocok….
Pengen belajar tentang mobile? Tapi aplikasi dekstop juga tertarik….Pengen belajar aplikasi dekstop? Jaringan juga tertarik….
Pengen belajar jaringan? Game pun tertarik…..

Ah biarlah, yang penting bermimpilah seperti anak tangga…..

Walaupun mimpimu tidak terlalu tinggi, tetapi konsistenlah menjajakinya supaya mereka membawamu ke tempat yang lebih tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *